News

Sejarah Songket Palembang

Sejarah Songket Palembang

Indonesia letaknya strategis bagi lalulintas perdagangan Asia tenggara. Daerah-daerah pantai di Kepulauan Indoensia sejak beratus-ratus tahun yang lalu telah menunjukkan adanya unsur-unsur pengaruh akibat hubungan perdagangan yang diadakan dengan India, Cina, Arab, Portugis, dan Belanda. Indonesia adalah salah satu negara yang menghasilkan seni tenun yang terbesar terutama dalam keanekaragaman hiasannya, dan hal itu akibat perdagangan yang memperkenalkan benang emas dan perak, khususnya benang sutera.

Melalui unsur-unsur yang baru itulah menjadi dorongan dan memperkaya jenis-jenis tenunan kita. Dari bentuknya yang sederhana menjadi tenunan yang kompleks. Rumit, indah dengan kemilau benang emas dan warna-warni benang sutera. Seakan-akan memberi wajah baru yang semula hanya menggunakan benang kapas dengan warna yang suram dan samar menjadi warna yang hidup, agung dan bergairah. Dan tidak dapat dilupakan bahwa songket sebagai salah satu bagian dari kebudayaan Indonesia yang diciptakan dari lingkungan masyarakat.

Di dalam catatan sejarah Cina tahun 518 SM, disebutkan bahwa raja dari bagian Utara Sumatera memakai pakaian dari sutera. Diperkirakan kain sutera itu kain import, sebab sutera belum di tenun di Sumatera, maupun di Jawa sampai munculnya kerajaan Sriwijaya. Bagi Cina waktu itu kapas adalah benang yang sangat menarik, oleh karena itu dalam hubungan antara kedua negara tersebut, wakil-wakil Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Bali, mereka membawa hadiah berupa kain tenun kapas. Peristiwa hubungan tukar menukar itu terjadi sekitar abad ketujuh dan kelima belas.


Masuknya corak kain sutera tertentu di kalangan raja-raja dan bangsawan menyebabkan perkembangan yang dilanjutkan dengan mengimport benang sutera itu sendiri disamping jenis benang emas dan perak. Bahan- bahan tenunan tersebut kemudian diterapkan dengan tekhnik menenun yang telah ada di Indonesia yaitu dengan menggunakan teknik ikat pakan. Tradisi tenun sutera dan songket dibawa oleh pedagang-pedagang Arab dan India yang menguasai perdagangan di Asia Tenggara, dan mereka membawa barang tersebut dengan ajaran Islam melalui Selat Malaka ke pelabuhan-pelabuhan Sumatera dan pantai Utara Jawa.
Dengan masuknya pedagang-pedagang tersebut yang membawa benang mas dan perak ke daerah-daerah ini memungkinkan menimbulkan ide dan dan dorongan untuk menetrapnya dalam tenunan sendiri. Dan lama kelamaan benang sutera tidak hanya menggantungkan dari import, karena sejak abad kelima belas untuk pertama kali di Palembang ditanam pohon murbei dan menjinakkan ulat sutera, dan karena itulah yang memuat Songket Palembang paling menonjol dibanding daerah lainnya.

Sumber : Syarofie, Yudhy. Songket Palembang. Nilai filosofi, jejak sejarah, dan tradisi.Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Palembang

Latest News

News Sejarah Songket PalembangSejarah Songket Palembang
Indonesia letaknya strategis bagi lalu lintas perdagangan Asia tenggara. Daerah-daerah pantai di Kepulauan Indoensia sejak beratus-ratus tahun yang lalu telah menunjukkan adanya unsur-unsur pengaruh akibat hubungan perdagangan.
Read more
News Pengetian SongketPengetian Songket
Pengertian orang tentang songket adalah kain yang ditenun dengan menggunakan benang emas atau benang perak dan dihasilkan dari daerah-daerah tertentu saja. Seperti songket Palembang, songket Minangkabau, songket Samarinda dan lain-lain.
Read more